Tuesday, December 6, 2011

"Yakomina Cabut Gigi"

Satu kali bagini Yakomina pigi cabu dia pung gigi di dokter. Pas dokter cabu dia pung gigi, Yakomina bataria sabatang-sabatang. Parsis selesai dapa cabu, Yakomina tanya dokter:

Yakomina: "Beta musti bayar barapa, Dok?"
Dokter: "Murah... 400 ribu saja."
Yakomina: "Ahh..bapa dokter ale yang batul saja. Masa mahal bagitu?? Biasanya kan beta cuma bayar 100 ribu tooo?
Dokter: "Memang... tapi gara-gara ose pung suara sabatang tuuu... beta pung 3 pasien laeng lari kabur samua!!!"

Hahahahaeeee...

"Anjing Pintar"

Ongen deng Maku ada dudu kewel dong pung anjing-anjing. Maku pung gaya bagini: "Beta pung anjing paleng pintar... seng ada yg bisa lawang dia. Tiap pagi dia su jaga tukang koran di muka pintu. Parsis tukang koran datang, Blacky gigi akang koran itu dan langsung bawa ka beta." Ongen deng santai saja jawab: "Ooo.. Beta su lama tau akang..." Maku langsung tacigi luar biasa, dia tanya ta heran-heran. "Haahhh... Ose tau dari mana??" Ongen: "Beta pung anjing ada carita akang tiap hari par beta."

Hahahahaeeee...

"Ongen Salah Tulis "

Ongen ada biking spanduk par dia taru di depan kantor kelurahan. Dia tulis di spanduk itu: "SAVE THE COUNTRY, HANG TNI ... SAVE THE PEOPLE, HANG POLRI." Setelah dia kasi naik spanduk itu, lima anggota polisi langsung datang tangkap dia. Parsis kantor Polisi dong usut akang, ternyata Ongen ni sebenarnya dia pung maksud baik. Waktu dia tulis spanduk ini, arti yang ada di dalam dia pung pikiran adalah: "Keselamatan negara tergantung TNI, Keselamatan rakyat tergantung Polri"

"Maku Bolos"

Satu hari Yopi ada bajalang deng dia pung Opa di pasar. Tiba-tiba dong dua lia Yopi pung ibu Guru ada balanja.
Opa: "Maku... loko ose capat sambunyi... kamareng ose bolos skola tooo??"
Yopi cuek saja, dia jawab: "Opa jua yang sambunyi... barang waktu beta bolos kamareng, beta bilang kata Opa ada meninggal dunia."
hahahahhaaeee....

Friday, December 2, 2011

Bantulah teman anda yg sedang kesulitan selagi anda bisa ,berikut kisah yang bisa jadi renungan kita

Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam.

"Hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??"
...
Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak

"Ada Perangkap Tikus di rumah!!! Di rumah sekarang ada perangkap tikus!!"

Ia mendatangi ayam dan berteriak

"Ada perangkap tikus"

Sang Ayam berkata

"Tuan Tikus..., Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku"

Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Lalu sang Kambing pun berkata

"Aku turut bersimpati.. . tapi maaf, tidak ada yang bisa aku lakukan"

Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama.

"Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali"

Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata

"Ahhh...Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku"

Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya yang berbunyi. Menandakan perangkapnya telah memakan korban.

Namun ketika melihat perangkap tikusnya, seekor ular berbisa telah terjebak di sana. Ekor ular yang terjepit membuatnya semakin ganas dan menyerang istri si Petani. Walaupun sang Suami berhasil membunuh ular tersebut, namun sang istri sempat tergigit dan teracuni oleh bisa ular tersebut.

Setelah beberapa hari di rumah sakit, sang istri sudah diperbolehkan pulang. Namun selang beberapa hari kemudian demam tinggi yang tak turun-turun juga. Atas saran kerabatnya, ia membuatkan isterinya sup ayam untuk menurunkan demamnya.

Semakin hari bukannya semakin sembuh, justru semakin tinggi demam isterinya. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk diambil hatinya.

Masih! Istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.

Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga ia harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.

Dari kejauhan sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi di rumah itu.

Nilai-nilai yang bisa kita ambil dari kisah di atas, suatu ketika Anda mendengar seseorang sedang dalam kesulitan atau masalah dan Anda

Friday, September 24, 2010

youtubeGrabberSetup

youtubeGrabberSetup

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management