Tuesday, December 13, 2011

PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK DATA

Pertemuan 2
PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK DATA

I. PENDAHULUAN
Data merupakan kumpulan fakta atau angka atau segala sesuatu yang dapat dipercaya kebenarannya sehingga dapat digunakan sebagai dasar penarikan kesimpulan.
Kualitas kue ditentukan oleh bahan dasar dan cara memasaknya. Demikian halnya, kualitas kesimpulan penelitian ditentukan oleh data (bahan dasar) dan teknik analisis dan penyajiannya.

Contoh data:

 Harga sekuritas
 Kurs mata uang asing
 Angka inflasi  Harga komoditas
 Harga saham
 Jumlah produk per hari


II. KARAKTERISTIK SERANGKAIAN DATA

II.A Elemen atau Unsur
Serangkaian data memiliki elemen. Masing-masing elemen memiliki karakteristik.

II.B Variabel
Variabel adalah karakteristik atau ciri khas elemen yang menjadi perhatian dan memiliki nilai-nilai yang berbeda.

II.C Kasus
Kasus adalah informasi yang menyangkut seluruh variabel dari suatu elemen tertentu.

II.D Observasi
Observasi adalah hasil pengamatan tertentu.


Contoh:



Nama Usia Sex Income Pengeluaran
Bambang 22 Pria 300.000 400.000
Ucok 24 Pria 450.000 400.000
Butet 25 Wanita 900.000 300.000
Lani 23 Wanita 600.000 450.000





III. PENGELOMPOKAN DATA

III.A Berdasarkan Sumber Data

IIIA.1 Data Primer
Data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti sendiri. Terdapat beberapa metode pengumpulan data primer, antara lain:
1. Wawancara langsung dengan responden.
2 Wawancara tak langsung (melalui informan)  penelitian tentang dampak nimuman keras (peneliti mungkin kesulitan bertemu langsung dengan pemakai, jadi ia mungkin menghubungi tetangga, penjual miras, teman-teman si pemabuk).
3. Dengan menggunakan angket (yang disebar atau melalui pos)

IIIA.2 Data Sekunder
Data yang dikutip dari sumber dokumentasi.
1. Sumber data sekunder yang dipublikasi (data harga saham, harga komoditas dari surat khabar, majalah atau media elektronik)
2. Sumber data sekunder yang tak dipublikasi (arsip pemerintah, lembaga-lembaga penelitian, dsb.)

III.B Berdasarkan Penampilan

IIIB.1 Data Kualitatif
Data yang dinyatakan dalam bentuk non-angka/non-numerik atau biasa juga disebut atribut. Dalam istilah komputer disebut data bertipe string.

IIIB.2 Data Kuantitatif
Data yang dinyatakan dalam bentuk angka (data numerik). Dalam komputer dikenal sebagai data numeric. Data kuantitatif dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
1. Data diskrit: data kuantitatif diskrit adalah data hasil pencacahan dan berupa bilangan bulat (dalam komputer dikenal sebagai integer).
2. Data kontinyu: data kuantitatif diskrit adalah data hasil proses pengukuran dan dapat berupa bilangan pecahan (bilangan real).

III.C. Berdasarkan Skala

IIIC.1 Data Nominal

1 Dibedakan dalam kategori tanpa memperhatikan urutan.
2 Satu pengukuran hanya menghasilkan satu-satunya kategori.
3 Setiap kategori dianggap sama (tanpa tingkatan).
4 Data paling ‘rendah’ dalam level pengukuran data.
5 Tak bisa dioperasikan secara matematis.

Contoh:
 Jenis kelamin  Data alamat
 Jenis sabun  Tanggal/Tempat lahir
 Suku  Agama
IIIC.2 Data Ordinal

6 Dibedakan dalam kategori berdasarkan urutan.
7 Memiliki tingkatan data.
8 Lebih ‘tinggi’ dibanding data nominal dalam level pengukuran data.
9 Tak bisa dioperasikan secara matematis.

Contoh:
 Ranking kelas I, II, III  Tingkat senioritas pegawai
 Ranking juara I, II, III  Status sosial (kaya, sedang, miskin)
 Tingkat kepangkatan  Tingkat pengetahuan

IIIC.3 Data Interval

10 Urutan bertingkat dan dapat dikuantifikasi (diberi nilai)
11 Memiliki interval tertentu
12 Lebih ‘tinggi’ dibanding data ordinal dalam level pengukuran data
13 Dapat dianalisis dengan uji statistik parametrik.

Contoh:
a. Interval suhu

Cukup Panas 50 – 80 C
Panas 80 – 110 C
Sangat Panas 110 – 140 C

b. Skor IQ
c. Nilai mahasiswa (A = 4; B = 3; C = 2; D = 1; dan E = 0)
c. Urutan kualitas pelayanan

Sangat puas 5
Puas 4
Cukup puas 3
Kurang puas 2
Tidak puas 1

IIIC.4 Data Rasio

14 Data bersifat angka dalam arti yang sesungguhnya
15 Memiliki angka nol absolut
16 Memiliki kedudukan paling ‘tinggi’ dalam level pengukuran data
17 Dapat dioperasikan secara matematis.

Contoh:
 Angka produksi  Harga saham
 Tinggi badan  Jumlah warga desa



IV. PENYUSUNAN KUESIONER (DAFTAR PERTANYAAN)

Menyusun kuesioner merupakan tahap yang sangat penting dalam pengumpulan data.

IV.A Pemohonan Kerja Sama (berupa lembar/surat khusus) yang berisi:

18 Identitas pewawancara
19 Organisasi/lembawa pewawancara
20 Tujuan penelitian
21 Ucapan terima kasih.

IV.B Petunjuk Pengisian Angket

Berikan petunjuk pengisian yang jelas, agar responden dapat mengisi dengan benar semua pertanyaan yang disediakan. Jika petunjuk tidak jelas, responden mungkin salah mengisi jawaban sehingga data yang dihasilkan tidak teliti dan tidak mencerminkan data yang sesungguhnya. Petunjuk pengisian menduduki urutan kedua setelah Permohonan kerja sama.

IV.C Identitas Responden

Data identitas responden sering diperlukan untuk melengkapi gambaran umum karakteristik responden. Data ini biasanya berupa data kategori (nominal atau ordinal). Bagian ini biasanya mencakup:

22 Nama
23 Jenis kelamin
24 umur
25 Tingkat pendidikan
26 Pekerjaan
27 Penghasilan

IV.D Pertanyaan Utama (Variabel Utama Penelitian)

28 Tentukan variabel utama penelitian
29 Buat indikator-indikator untuk tiap variabel (gunakan landasan teori atau pendapat pakar) agar pengukuran tepat pada sasaran
30 Pilih skala pengukuran yang sesuai
31 Kembangkan daftar pertanyaan yang mudah dipahami oleh responden target dan disusun secara konsisten

Tugas SERIAL PORT

I. JUDUL PERCOBAAN :

SERIAL INTERFACE

II. TUJUAN PERCOBAAN :

Untuk mengenal modul serial port dan mempelajari konfigurasi input dan output dari serial port

III. DASAR TEORI :

Dalam serial port, kita akan mempelajari cara membuka port dari PC ke Device modul serial dan sebaliknya. Dalam serial , kta hanya mempunyai kesempatan satu kali dalam membuka port. Modul serial hanya dapat membuka port lalu memasukan data, sesuda data selesai terkirim maka port akan langsung tertutup.

IV. ALAT DAN BAHAN :

1. Modul Serial port
2. 16 – Channel Input Board
3. 16 – Channel Output Board

V. PROSEDUR PERCOBAAN :

1. Membuka Port Serial dengan Visual Basic :
Dalam percobaan ini kita mencoba menggunakan VB untuk melakukan pembukaan port dengan melakukan pemogramming pada VB. Pada serial kita hanya dapat membuka port sekali saja, bila port dibuka ulang maka akan ada tampilan pesan yang menyebutkan port error, karena port yang ada sudah terbuka. Dengan terbukanya port dapat kita lihat buktinya pada LED DO pada modul mati
Tampilkan serial bentuk Comm port dengan mengklick kanan pada toolbar disamping dan pilih menu component kemudian carilah perintah Microsoft Comm Control 6.0, klick kotak disamping kiri lalu klik ok.
Maka lambang CommPort akan tampil di toolbar samping kiri .
Jika kita sudah berhasil menambahkan komponen ini, maka secara langsung VB akan langsung mengenali perintah yang ada yaitu MsComm. Karena perintah MsComm akan berfungsi sebagai pembuka port maka komponen ini merupakan komponen yang berperan penting dalam serial .
2. Simulasi serial dengan Visual Basic :
Membuat program simulasi serial dengan kondisi sebagai berikut ada 3 push button yang masing-masing mewakili DTR,RTS dan TxD dan tiga buah button itu ditekan maka warna lingkaran yang mewakili push button tersebut akan berubah warna .




VI. HASIL PERCOBAAN :

 Dalam percobaan Serial port ,dengan menjalankan perintah pada Visual Basic sesuai dengan prosedur yang ada kita dapat mengetahui cara opent port pada system serial.pada system serial,open port hanya dapat melakukan sekali saja jika dibuka lebih dari satu kali maka akan muncul pesan port error.
 Visual Basic akan langsung mengenali perintah yang ada yaitu Ms Comm.karena perinta Ms Comm akan berfungsi sebagai pembuka port maka komponen ini merupakan komponen yang berperan penting dalam serial.

VII. ANALISIS SEMENTARA :

 Visual basic digunakan juga untuk pemograman System serial/Opent port
 Modul serial hanya dapat membuka port lalu memasukan data,sesudah data selesai terkirim maka port akan langgsung tertutup.
 Apabila port dibuka lebih dari sekali maka akan ada tampilan pesan yang menyebutkan port error karena port yang ada sudah terbuka.

VIII. KESIMPULAN :

Pada system serial,Open port hanya dapat dilakukan sekali saja.

Makalah Tugas TCP-IP

KATA PENGANTAR
Puji syukur dan Terima kasih kami persembahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat, tuntunan dan perlidungannya kami dapat menyelesaikan Tugas yang diberikan dengan baik dan tepat pada waktunya.
Adapun maksud tugasr ini diberikan dengan maksud agar mahasiswa dapat lebih mengerti, memahami, dan mendalami mata kuliah komunikasi Data yang diberikan dibangku kuliah dan Dosen.
Tugas Komunikasi Data ini sendiri merupakan syarat untuk melengkapi nilai yang diberikan oleh Dosen. Saya sadar bahwa masih terdapat banyak kekurangan dalam karya penulisan ini, maka dari itu Saya mengaharapkan sebuah dukungan berupa kritik dan saran yang sifatnya konstruksif terhadap penyusunsan dan penyelesaian paper ini. Semoga makalah ini dapat membantu kita untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang TCP/IP.










Lino Febriano Rehatta
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR 2
DAFTAR ISI 3
PEMBAHASAN
 Latar Belakang Komunikasi Data Ala TCP/IP 4
 Header-header pada TCP (layer transport). 5
 Header-header pada IP (layer network) 9
 Analisis Transmisi TCP/IP 12
 Analisis dengan TCP dump 13
 Analisis dengan DOS 13
 Analisis dengan Snort-ACID 16

KESIMPULAN 17
DAFTAR PUSTAKA 18






PEMBAHASAN
LATAR BELAKANG
I. Komunikasi Data Ala TCP/IP
Protokol TCP/IP merupakan protokol standar yang digunakan dalam jaringan komputer global yang dikenal dengan internet. Protokol TCP/IP terdiri dari 4 layer yaitu: aplikasi, transport, internet dan network interfacephysical. Protokol TCP/IP dibangun mengikuti model referensi OSI (open system interconnect), adapun perbandingan model referensi OSI dengan implementasi TCP/IP digambarkan dalam bagan berikut


Gambar 1. Perbandingan model OSI dengan implementasi TCP/IP

Protokol TCP pada layer transport dan protokol IP pada layer network menjadi tulang punggung komunikasidata pada protokol TCP/IP. Untuk memahami bagaimana data dikirimkan sampai ke tujuan, kita perlu"menguliti TCP/IP" sehingga kita memahami proses pengiriman data tersebut. Pembahasan dalam tulisan ini difokuskan pada kedua protokol tersebut.


II. Header-header pada TCP (layer transport).

Untuk memahami protokol TCP, kita perlu memahami tiap header yang ada di protokol TCP, perhatikan datagram protokol TCP di bawah ini:

Gambar 2. Header-header dalam datagram TCP

a. Source Port (16 bit)
Source port (port asal) merupakan port yang akan digunakan untuk melakukan koneksi ke host lain. Dari gambar diatas terlihat bahwa source port sebesar 16 bit sehingga total jumlah port adalah 2^16=65536. Source port akan diberikan oleh sistem secara acak dengan nilai diatas 1023. Source port ini digunakan oleh host tujuan untuk membalas paket ke host yang melakukan request, sehingga host tujuan akan memberikan paket balasan ke servis yang tepat - tidak nyasar membalas paket ke service yang lain.

b. Destination Port (16 bit)
Destination port (port tujuan) merupakan port yang akan dituju dalam sebuah koneksi, destination port terkait dengan servis apa yang tersedia di host tujuan. Port-port servis/layanan standar yang dalam komunikasi menggunakan protokol TCP/IP di dalam TCP header didefinisikan sebagai destination port, seperti FTP pada port 21, SSH pada port 22, telnet pada port 23, HTTP pada port 80 (RFC 1700). Jika sebuah host terdapat FTP server misalnya, maka berarti port 21 (sebagai destination port) pada host tersebut terbuka dan siap melakukan koneksi.














c. Sequence Number (32 bit)
Sequence number merupakan nomor urut paket dari seluruh paket data. Ketika paket dikirimkan, maka setiap paket yang dikirim akan mendapat nomor urut. Paket data bisa saja sampai di tujuan dalam keadaan tidak berurut tergantung rute yang ditempuh dan kepadatan traffic nya, ketika sampai di host tujuan, paket data akan diurutkan kembali sehingga paket data dapat disusun kembali sehingga akan dihasilkan data seperti yang dikirimkan oleh host pengirim.

d. Acknowlegment Number (32 bit)
TCP merupakan protokol yang connection oriented yang berarti bahwa TCP menjamin bahwa paket data sampai host tujuan dengan baik. Host asal tidak akan mengirimkan paket data ke host tujuan jika host asal belum menerima konfirmasi dari host tujuan bahwasanya nomor urut paket ke-n dari host asal silahkan dikirim ke host tujuan. Nomor urut paket ke-n yang dipersilahkan dikirim itulah yang disebut dengan ackownlegment number. Protokol - Komunikasi data ala TCP/IP 3.

e. Data Offset (4 bit)
Header ini digunakan untuk menunjukkan awal field data, data offset berupa jumlah 32 bit word dari header TCP.

f. Reserved (6 bit)
Header cadangan. Header ini diset 0 pada host pengirim dan diabaikan oleh penerima.

g. Control Bit – URG (1 bit)
Jika kode ini diset (bernilai 1) akan mengindikasikan sebagai data urgent yakni didahulukan dari data atau transmisi yang lain, sebagai contoh kondisi urgent ketika kita sedang proses download dengan FTP tetapi kita ingin membatalkannya dengan CTRL+C.

h. Control Bit – ACK (1 bit)
Jika kode ini diset akan mengindikasikan bahwa paket data yang akan boleh dikirimkan, nomor paket yang boleh dikimkan ini didefinisikan dalam header Acknowlegment Number.

i. Control Bit- PSH(1 bit)
Jika kode ini diset akan mengubah mode tranmisi dengan mode push yaitu memflush data pada layer TCP, contoh mode push yaitu pada aplikasi telnet dimana telnet merupakan aplikasi interaktif.

j. Control Bit- RST (1 bit)
Kode ini digunakan jika koneksi akan direset yaitu membatalkan secara tiba-tiba, hal ini terjadi karena error dalam koneksi atau oleh interupsi yang lain.

k. Control Bit- SYN (1 bit)
Kode ini digunakan jika akan memulai sebuah koneksi TCP (persiapan transmisi data pada TCP/IP) yaitu untuk mensinkronisasi sequence number .

l. Control Bit- FYN (1 bit)
Code ini diset jika seluruh data sudah terkirim dan session transmisi akan disudahi.

m. Window (16 bit)
Header ini menunjukkan jumlah blok data yang mampu diterima dalam satu kali transmisi, hal ini diperlukan agar semua data dapat di terima dengan sebaik-baiknya.

n. Checksum (16 bit)
Header ini digunakan untuk mengetahui apakah terjadi perubahan header dan data yang dikirimkan ketika proses transmisi.

o. Urgent Pointer (16 bit)
Header ini bermakna hanya jika URG pada Control Bit diset. Urgent Pointer menunjukkan lokasi data yang akan ditransmisikan dengan mode urgent.

p. Option
Saat ini header ini terdapat 3 fungsi, yaitu untuk menunjukkan
 End of option list
 No operation
 Maximum segment size

q. Padding
Digunakan untuk memenuhi panjang header merupakan kelipatan 32 bit. Jika terdapat header yang kurang, maka padding ditambahkan sampai berjumlah 32 bit
Protokol - Komunikasi data ala TCP/IP – 4
Dari header-header diatas dapat kita simpulkan bahwa fungsi utama TPC pada layer transport adalah:
 Mengendalikan transmisi, kapan dimulai, direset, diakhiri, mode transmisi yang digunakan. Pengendalian transmisi ini dilakukan oleh Control Bit.
 Memastikan transmisi sampai ke servis yang benar yaitu dengan pendefinisian port asal dan port tujuan.
 Memastikan bahwa data dapat disusun ulang dengan baik karena adanya sequence number.
 Mengetahui apakah terjadi kerusakan/perubahan pada header dan data pada proses transmisi melalui mekanisme checksum.

III. Header-header pada IP (layer network)

TCP sudah kita bahas, sekarang tinggal protokol kedua yang menjadi tulang punggung protokol TCP/IP yaitu protokol IP. Header-header IP diilustrasikan dalam datagram dibawah ini:

Gambar 3. Datagram pada IP

Sekarang tinggal giliran header-header pada IP yang akan kita kupas mudah-mudahan Anda tidak bosan membaca keterangannya.

a. Version (4 bit)
Header ini mendefinisikan versi Internet Protocol yang digunakan, versi yang secara luas banyak digunakan adalah versi 4.
b. IHL (4 bit)
Header ini mendefinisikan panjang header IP dalam 32 bit word. Nilai minimum yang valid adalah 5 dan maksimumnya 6.

c. Type of Service (8 bit)
Merupakan header yang menentukan bagaimanan proses transmisi datagram secara benar.

d. Packet Length (16 bit)
Header yang mendefinisikan total panjang header dan data pada IP

e. Identification (16 bit)
Header ini untuk mendukung fasilitas fragmentasi

f. DF (1 bit)
Header ini untuk mendifinisikan agar transmisi tidak di fragmentasi (Don’t Fragment) Protokol - Komunikasi data ala TCP/IP – 5

g. DM (1 bit)
Header ini untuk mendifinisikan bahwa ada paket yang difragmentasi pada paket-paket berikutnya (More Fragment)

h. Fragment Offset (13 bit)
Header ini mendefinisikan lokasi dari paket-paket yang mengalami fragmentasi dalam urutan keseluruhan paket

i. TTL (16 bit)
Time to Live merupakan header yang mendefiniskan umur paket data, TTL akan berkurang 1 jika melewati sebuah router, demikian seterusnya sampai paket sampai ke host tujuan. Dengan mekanisma ini, dapat diantisipasi dimana paket bergentayangan terus di internet sehingga banyak terdapat paket sampah di internet jika ternyata host tujuan tidak ditemukan. Jika TTL telah habis (bernilai 0) sedangkan paket data belum sampai ke host tujuan, maka paket data akan dibuang.

j. Transport (8 Bit)
Header ini mendefiniskan protokol pada layer transport yang digunakan, header ini bisa berupa TCP atau UDP

k. Header Checksum (32 Bit)
Header ini digunakan untuk mengecek apakah terjadi perubahan/kerusakan pada header IP. Header Checksum dikalkulasi pada tiap router.

l. Sending Address (32 Bit)
Sending Address atau Source Address merupakan header yang mendefinisikan IP address dari host asal

m. Destionation Address (32 Bit)
Destination Address merupakan header yang mendefinisikan IP address dari host tujuan.

n. Option (32 Bit)
Header ini digunakan untuk mendefinisikan informasi tambahan pada layer transport seperti source routing.

o. Padding (32 Bit)
Header ini sama dengan padding pada TCP, yaitu digunakan untuk memenuhi panjang header sehingga merupakan kelipatan 32 bit. Jika terdapat header yang kurang, maka padding ditambahkan sampai berjumlah 32 bit. Dari penjelasan header-header diatas dapat disimpulkan bahwa fungsi utama IP pada layer network adalah menjamin paket data agar sampai ketujuan dengan selamat - tidak nyasar ke host yang lain.

IV. Analisis Transmisi TCP/IP

Untuk lebih memahami proses transmisi data dengan protokol TCP/IP, kita akan membahas sebuah kasus transmisi dengan menggunakan protokol TCP/IP. Sebagai contoh host 10.1.3.1 terhubung ke host 10.1.3.2 secara LAN dengan teknologi ethernet 802.3, kemudian host 10.1.3.1 melakukan telnet ke host 10.1.3.2. Host 10.1.3.1 melakukan telnet dengan port asal 1028, karena melakukan telnet, maka port yang dituju adalah port 23. Kasus di atas diilustrasikan sebagai berikut:


Gambar 4. Port asal dan port tujuan pada aplikasi telnet


Sehingga header-header dalam TCP/IP secara global sebagai berikut.
Aplikasi Transport
Port asal Port tujuan Network
IP asal IP tujuan Phisycal
telnet 1028 23 10.1.3.1 10.1.3.2 Ethernet 802.3






V. Analisis dengan DOS

Untuk mengetahui seluruh koneksi yang sedang terjadi di sebuah komputer dapat dilakukan dengan DOS melalui perintah netstat seperti contoh berikut:





Output di atas menyatakan bahwa terjadi koneksi dengan status established dengan protokol TCP dengan IP asal 10.1.3.1 dan port asal 1028 ke IP tujuan 10.1.3.2 dengan port tujuan 23 (telnet)
Keterangan
 Proto, protokol yang digunakan TCP atau UDP
 Local Address, IP address dan port komputer lokal/asal (tempat perintah netstat dijalankan)
 Foreign Address, IP address dan port komputer tujuan
Status, status koneksi dapat berupa listening, established, close-wait, time-wait
Seluruh koneksi TCP maupun UDP akan terlihat dengan netstat, termasuk misalnya terdapat host yang menyusup ke komputer Anda dapat diketahui dengan perintah netstat ini.









VI. Analisis dengan TCP dump

Dalam TCP/IP, sebelum data dikirimkan selalu melalui tahapan persiapan transmisi. Persiapan tersebut diilustrasikan pada gambar berikut:


Gambar 5. Proses handshake sebelum transmisi dilakukan

Setiap transmisi TCP/IP diawali dengan 3 langkah.
1. Host pengirim mengirimkan paket SYN
2. Penerima merespon dengan mengirimkan paket SYN dan ACK
3. Pengirim membalas dengan ACK yang berarti transmisi data ala TCP/IP siap dilakukan
Untuk mengamati lebih detail header-header TCP/IP pada proses transmisi diperlukan software tambahan. Oke,.. kita gunakan TCPDump terlebih dahulu. Pengamataan pada telnet server (10.1.3.2) dengan TCPDump menghasilkan output sebagai berikut:














Agar lebih faham kita bahas perbaris output diatas


• Baris 1, pada pukul 02:07:01: time stamp 031065
Client (10.1.3.1) melakukan koneksi ke Server (10.1.3.2) dengan port asal 1028 dengan servis tujuan berupa telnet. S menandakan SYN pada control/code bit diaktifkan yang menandakan sebuah koneksi TCP/IP akan segera dilakukan dengan sequence number awal 748156130 dan sequence number akhir 748156130. Dari sini terlihat bahwa sequence number awal sama dengan akhir sehingga tidak ada data yang dikirimkan (0).

• Baris 2, pada pukul 02:07:01 time stamp 031531.
Server dengan servis telnetnya merespon koneksi dari Client. Server membalas dengan mengirimkan kode bit SYN dan ACK dengan sequence number awal 71956433 dan akhir 71956433, lagi-lagi tidak ada data yang dikirimkan. Selain itu Server juga mengirimkkan ACK 748156131 yaitu sequence number SYN dari Client ditambah 1.

• Baris 3, pada pukul 02:07:01 time stamp 038584
Client mengirim kode ACK 1. 1 merupakan angka relatif setelah persiapan koneksi selesai. ACK 1 berarti
Client mengkonfirmasikan bahwa paket data no 1 dari Server siap diterima oleh Client (10.1.3.1)

• Baris 4, pada pukul 02:07:01 time stamp 155457
Server mengirimkan 12 paket (sequence awal 1 dan sequence akhir 13), dengan mode PUSH. Selain mengirimkan data, Server juga mengirimkan signal ACK 1 yang berarti Server siap untuk menerima paket data ke 1 dari Client

• Baris 5, pada pukul 02:07:01 time stamp 159498
Client mengirim 6 buah paket (sequence awal 1 dan sequence akhir 7), selain itu Client memberitahu kepada Server bahwa Client sudah siap menerima paket ke 13 (sebelumnya Client sudah menerima 12 paket). Demikian seterusnya sampai akhir transmisi, yakni dengan adanya signal FIN. Tiga baris pertama selalu dilakukan pada setiap tranmisi TCP/IP.

VII. Analisis dengan Snort-ACID
Untuk mengetahui semua header-header pada layer transport dan network diperlukan software yang lebih detail dalam menangkap header-header TCP/IP, misalnya dengan Snort yang merupakan sebuah IDS (Intrusion Detection System). Dengan Snort yang dilengkapi dengan front-end berbasis web (ACID), maka “penampakan-penampakan” header-header TCP/IP terlihat jelas sehingga kita lebih yakin bahwa apa yang telah kita baca tentang teori-teori TCP/IP bukanlah suatu kebohongan. Contoh hasil capture Snort dengan ACID sebagai front-end berbasis webnya dapat dilihat pada gambar berikut.


Gambar 6. Header-header TCP/IP terlihat lengkap dengan Snort-ACID













KESIMPULAN

TCP merupakan protokol yang connection oriented yang berarti bahwa TCP menjamin bahwa paket data sampai host tujuan dengan baik. Host asal tidak akan mengirimkan paket data ke host tujuan jika host asal belum menerima konfirmasi dari host tujuan bahwasanya nomor urut paket ke-n dari host asal silahkan dikirim ke host tujuan. Nomor urut paket ke-n yang dipersilahkan dikirim itulah yang disebut dengan ackownlegment number. Protokol - Komunikasi data ala TCP/IP 3.

Untuk mengetahui semua header-header pada layer transport dan network diperlukan software yang lebih detail dalam menangkap header-header TCP/IP, misalnya dengan Snort yang merupakan sebuah IDS (Intrusion Detection System).
proses komunikasi dengan menggunakan protokol TCP/IP berlangsung - tidak hanya sebatas hafal leyer dan header tanpa mengetahui secara riil implementasinya. Pemahaman protokol TCP/IP juga sangat penting dalam menganalisa jika jaringan yang Anda kelola sedang mengalami masalah.











DAFTAR PUSTAKA

1. TCP IP Tutorial and Technical Overview, IBM Corporation

2. Teach Yourself TCP IP in 14 Days 2nd Edition, Sams Publishing

3. W.R Stevens. TCP/IP Illustrated Volume 3 . Addison-Wesley Publishing Company,1996.

DOWNLOAD tgl 28 mei 2008, Jam 10:15

Laporan Komunikasi Data

I. Judul Percobaan

Mearakit Komputer

II.Tujuan Percobaan.

1. Dapat merakit komputer.
2. mengetahui fungsi dari masing-masing komponen utama komputer.

III.Dasar Teori.
Semua komponen utama komputer harus terpasang dengan tepat agar komputer dapat menyala,bila ada komponen yang pemasangannya salah maka komputer tidak akan dapat menyala.
Komponen utama komputer yang harus ada antara lain:
 Casing dan Power Supply
 Mainboard dengan buku petunjuknya
 Memory (RAM)
 Video Graphic Adapter (bila tidak built-in dengan mainboard)
 Hard disk (HDD)
 Floppy disk drive (FDD).
 CD-ROM
 Monitor
 Keyboard
 Mouse
 Kabel data HDD, FDD & CD-ROM
 Kabel power ke Power Supply dan Monitor
 Driver Mainboard, VGA, Sound dll (agar sistem bisa mengenali perangkat yang terpasang)


IV. Alat dan Bahan:

1. Komponen-komponen utama komputer.
2. Obeng plus
3. Tool box

V. Prosedur Percobaan.

Lepas semua komponen yang ada dalam CPU kecuali procesor,setelah itu pasang kembali semua komponen tersebut.
Dalam pemasangan komponen-komponen tersebut harus dilakukan dengan teliti,seperti pemasangan power supply,hardisk,RAM,jumper,VGA,dll.
Bila ada komponen yang salah terpasang maka komputer tidak akan menyala.

VI. Analisa dan Pembahasan.

Semua komponen harus terpasang dengan benar agar komputer dapat menyala.

VII. Kesimpulan.

Komputer akan menyala bila semua komponen terpasang dengan benar,bila tidak terpasang dengan benar maka komputer tdak dapat beroperasi.

VIII. Lampiran

Makalah Tugas Komunikasih Data, KOMDAT

Nama : Lino F Rehatta
Nim : 07.11.1822
Kls : S1TI/2G


I. Komunikasi Data :

Pertama kali komputer ditemukan, ia belum bisa berkomunikasi dengan sesamanya. Pada saat itu komputer masih sangat sederhana. Berkat kemajuan teknologi di bidang elektronika, komputer mulai berkembang pesat dan semakin dirasakna manfaatnya dalam kehidupan kita. Saat ini komputer sudah menjamur di mana-mana. Komputer tidak hanya dimonopoli oleh perusahaan-perusahaan, universitas-univeristas, atau lembaga-lembaga lainnya, tetapi sekarang komputer sudah dapat dimiliki secara pribadi seperti layaknya kita memiliki radio, dll.
Mayoritas pemakai komputer terdapat di perusahaan-perusahaan atau kantor-kantor. Suatu perusahaan yang besar seringkali memiliki kantor-kantor cabang. Apabila suatu perusahaan yang mempunyai cabang di beberapa tempat adalah tidak efisien apabila setiap kali dilakukan pengolahan datanya harus dikirim ke pusat komputernya. Perlu diperhatikan bahwa berfungsinya suatu komputer untuk mengahasilkan informasi yang benar-benar handal, maka sedapat mungkin data yang dimasukkan benar-benar asli dari tangan pertama pencatat datanya, dan belum mengalami pengolahan dari tangan ke tangan.
Apabila demikian bagaimana dengan data yang akan dioleh berasal dari cabang-cabang yang tersebar di beberapa tempat yang jauh letaknya dari pusat komputer. Di sini pentingnya dibangun suatu sistem komputerisasi, terutama untuk mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk pengolahan data. Tetapi kenyataannya, dalam sirkulasi suatu sistem pengolahan data, pengolahan itu sendiri hanya suatu bagian. Secara garis besar suatu sistem sirkulasi pengolahan data terdiri dari pengumpulan data, pemrosesan, dan distribusi. Dari sirkulasi ini masalah yang banyak dijumpai dari perusahaan-perusahaan justru dalam hal pengumpulan data dan distribusi data dan informasi untuk beberapa lokasi.
Kemajuan tekonologi komunikasi sekarang mempunyai pengaruh pada perkembangan pengolahan data. Data dari satu lokasi dapat dikirim ke lokasi lain dengan alat telekomunikasi.

II. Pengertian Komunikasi Data:

Komunikasi Data adalah pengiriman data menggunakn system transmisi elektronik, atau pemindahan data dan informasi diantara komputerkomputer
dan piranti-piranti yang lain dalam bentuk digital yang dikirimkan melalui
media komunikasi data. Data berarti informasi yang disajikan oleh isyarat digital.
Komunikasi data merupakan baguan vital dari suatu masyarakat informasi karena
sistem ini menyediakan infrastruktur yang memungkinkan komputer-komputer dapat berkomunikasi satu sama lain.


III. Tiga Elemen Komunikasi Data:

Untuk mengkomunikasikan data dari satu lokasi ke lokasi yang lain, 3 elemen sistem harus tersedia, yaitu:

1. Sumber Data,
2. Media Transmisi, dan
3. Penerima.
Jika salah satu elemen tidak ada, maka komunikasi tidak akan dapat dilakukan. Gambar 1 dapat memperjelas mengenai ketiga elemen tersebut. Berikut ini penjelasan mengenai ketiga elemen komunikasi data tersebut.



Gambar 1
1. Sumber :
Sumber adalah pihak yang mengirim informasi, misalnya pesawat telepon, telex, terminal dan lain-lain. Tugasnya membangkitkan berita atau informasi dan menempatkannya pada media transmisi. Sumber pada umumnya dilengkapi dengan alat lain (antarmuka atau transducer) yang dapat mengubah informasi yang akan dikirimkan menjadi bentuk yang sesuai dengan media transmisi yang digunakan, misalnya menjadi
• pulsa listrik
• gelombang elektromagnet
• pulsa digital seperti PCM (pulse code modulation)

2. Media transmisi
Beberapa media transmisi dapat digunakan channel (jalur) transmisi atau carrier dari data yang dikirimkan, dapat berupa kabel, gelombang elektromagnetik, dan lain-lain. Dalam hal ini ia bertugas menerima berita yang dikirimkan oleh suatu sumber informasi. Transmisi data merupakan proses pengiriman data dari satu sumber ke penerima data. Untuk mengetahui tentang transmisi data lebih lengkap, maka perlu diketahui beberapa hal yang berhubungan dengan proses ini. Hal-hal tersebut menyangkut :
• media transmisi
• kapasitas channel transmisi
• tipe dari channel transmisi

kode transmisi yang digunakan :

• mode transmisi
• protokol
• penanganan kesalahan transmisi

Proses pengubahan informasi menjadi bentuk yang sesuai dengan media transmisi disebut modulasi. Bila sinyal dimodulasi, maka ia akan dapat menempuh jarak yang jauh. Proses kebalikannya disebut demodulasi.


Media transmisi dapat berupa :
• gelombang elektromagnet
• sepasang kawat (twisted pair)
• serat optik
• kabel coax
• dan lain-lain


3. Penerima :
Penerima adalah alat yang menerima data atau informasi, misalnya pesawat telepon, terminal, dan lain-lain. Tugasnya menerima berita yang dikirimkan oleh suatu sumber informasi. Penerima mempunyai alat lain yang fungsinya kebalikan dari pemancar, yaitu alat informasi yang bentuknya sesuai dengan media transmisi yang digunakan menjadi bentuk asalnya.


IV. Pengolahan Data Dan Telekomunikasi :
Melalui diagram Venn dapat ditunjukkan perpaduan pengolahan data dan teknik telekomunikasi yang menjadi bentuk komunikasi data, seperti diperlihatkan pada
Gambar 2.


Gambar 2
V. Bentuk Sistem Komunikasi Data :
Suatu sistem komunikasi data dapat berbentuk offline communication system atau online communication system. Sistem komunikasi data dapat dimulai dengan sistem yang sederhana, seperti misalnya jaringan akses terminal, yaitu jaringan yang memungkinkan seorang operator mendapatkan akses ke fasilitas yang tersedia dalam jaringan tersebut. Operator bisa mengakses komputer guna memperoleh fasilitas, misalnya menjalankan program aplikasi, mengakses database, dan melakukan komunikasi dengan operator lain. Dalam lingkungan ideal, semua fasilitas ini harus tampak seakan-akan dalam terminalnya, walaupun sesungguhnya secara fisik berada pada lokasi yang terpisah.

1) Offline Communication System :
Offline communication system adalah suatu sistem pengiriman data melalui fasilitas telekomunikasi dari satu lokasi ke pusat pengolahan data, tetapi data yang dikirim tidak langsung diproses oleh CPU (Central Processing Unit). Seperti pada Gambar 3, di mana data yang akan diproses dibaca oleh terminal, kemudia dengan menggunakan modem, data tersebut dikirim melalui telekomunikasi. Di tempat tujuan data diterima juga oleh modem, kemudian oleh terminal, data disimpan ke alamat perekam seperti pada disket, magnetic tape, dan lain-lain. Dari alat perekam data ini, nantinya dapat diproses oleh komputer.


Gambar 3

Peralatan-peralatan yang diperlukan dalam offline communication system, antara lain :
1. Terminal
Terminal adalah suatu I/O device yang digunakan untuk mengirim data dan menerima data jarak jauh dengan menggunakan fasilitas telekomunikasi. Peralatan terminal ini bermacam-macam, seperti magnetic tape unit, disk drive, paper tape, dan lain-lain.
2. Jalur komunikasi
Jalur komunikasi adalah fasilitas telekomunikasi yang sering digunakan, seperti : telepon, telegraf, telex, dan dapat juga dengan fasilitas lainnya.
3. Modem
Model adalah singkatan dari Modulator / Demodulator. Suatu alat yang mengalihkan data dari sistem kode digital ke dalam sistem kode analog dan sebaliknya.

2) Online communication system
Berbeda dengan sistem komunikasi offline, pada sistem ini data yang dikirim melalui terminal dapat langsung diolah oleh pusat komputer, dalam hal ini CPU. Online communication system dapat berbentuk :
• Remote Job Entry (RJE) system
• Realtime system
• Timesharing system
• Distributed data processing system.

RJE system :
Data yang akan dikirim dikumpulkan terlebih dahulu dan secara bersama-sama dikirimkan ke komputer pusat untuk diproses. Karena data dikumpulkan (batch) terlebih dulu dalam satu periode, maka cara pengolahan system ini disebut dengan batch processing system. Hasil dari pengolahan data umumnya ada di komputer pusat dan tidak dapat langsung seketika dihasilkannya, karena komputer pusat harus sekaligus memproses sekumpulan data yang cukup besar. Pada gambar 4 dapat dilihat bentuk kerja sistem ini.

Gambar 4
Realtime system :
Suatu realtime system memungkinkan untuk mengirimkan data ke pusat komputer, diproses di pusat komputer seketika pada saat data diterima dan kemudia mengirimkan kembali hasil pengolahan ke pengirim data saat itu juga. American Airlines merupakan perusahaan yang pertama kali mempelopori sistem ini. Dengan realtime system ini, penumpang pesawat terbang dari suatu bandara atau agen tertentu dapat memesan tiket untuk suatu penerbangan tertentu dan mendapatkan hasilnya kurang dari 15 deitk, hanya sekedat untuk mengetahui apakah masih ada tempat duduk di pesawat atau tidak.
Sistem realtime ini juga memungkinkan penghapusan waktu yang diperlukan untuk pengumpulan data dan distribusi data. Dalam hal ini berlaku komunikasi dua arah, yaitu pengiriman dan penerimaan respon dari pusat komputer dalam waktu yang relatif cepat. Sebagai ilustrasi dapat dilihat gambar 5.


Gambar 5

Penggunaan sistem ini memerlukan suatu teknik dalam hal sistem disain, dan pemrograman, hal ini disebabkan karena pada pusat komputer dibutuhkan suatu bank data atau database yang siap untuk setiap kebutuhan. Biasanya peralatan yang digunakan sebagai database adalah magnetic disk storage, karena dapat mengolah secara direct access (akses langsung), dan perlu diketahui bahwa pada sistem ini menggunakan kemampuan multiprogramming, untuk melayani berbagai macam keperluan dalam satu waktu yang sama.

Time sharing system :
Time sharing system adalah suatu teknik penggunaan online system oleh beberapa pemakai secara bergantian menurut waktu yang diperlukan pemakai (gambar 6). Disebabkan waktu perkembangan proses CPU semakin cepat, sedangkan alat Input/Output tidak dapat mengimbangi kecepatan dari CPU, maka kecepatan dari CPU dapat digunakan secara efisien dengan melayani beberapa alat I/O secara bergantian. Christopher Strachy pada tahun 1959 telah memberikan ide mengenai pembagian waktu yang dilakukan oleh CPU. Baru pada tahun 1961, pertama kali sistem yang benar-benar berbentuk time sharing system dilakukan di MIT (Massachusetts Institute of Technology) dan diberi nama CTSS (Compatible Time Sharing System) yang bisa melayani sebanyak 8 pemakai dengan menggunakan komputer IBM 7090.


Gambar 6

Salah satu penggunaan time sharing system ini dapat dilihat dalam pemakaian suatu teller terminal pada suatu bank. Bilamana seorang nasabah datang ke bank tersebut untuk menyimpan uang atau mengambil uang, maka buku tabungannya ditempatkan pada terminal. Dan oleh operator pada terminal tersebut dicatat melalui papan ketik (keyboard), kemudian data tersebut dikirim secara langsung ke pusat komputer, memprosesnya, menghitung jumlah uang seperti yang dikehendaki, dan mencetaknya pada buku tabungan tersebut untuk transaksi yang baru saja dilakukan.

Distributed data processing system
Distributed data processing (DDP) system merupakan bentuk yang sering digunakan sekarang sebagai perkembangan dari time sharing system. Bila beberapa sistem komputer yang bebas tersebar yang masing-masing dapat memproses data sendiri dan dihubungkan dengan jaringan telekomunikasi, maka istilah time sharing sudah tidak tepat lagi. DDP system dapat didefinisikan sebagai suatu sistem komputer interaktif yang terpencar secara geografis dan dihubungkan dengan jalur telekomunikasi dan seitap komputer mampu memproses data secara mandiri dan mempunyai kemampuan berhubungan dengan komputer lain dalam suatu sistem.
Setiap lokasi menggunakan komputer yang lebih kecil dari komputer pusat dan mempunyai simpanan luar sendiri serta dapat melakukan pengolahan data sendiri. Pekerjaan yang terlalu besar yang tidak dapat dioleh di tempat sendiri, dapat diambil dari komputer pusat.

















Gambar 7



Sumber :
http://www.google.co.id/search?hl=id&q=komunikasi+data&meta=

PhotoshopCS4 Portable

Misteri Dunia Makluk Halus

Pada kenyataannya banyak orang yang tertarik menelaah pada dunia mahkluk halus, barang kali mereka mendengar beberapa cerita atau membaca tulisan atau dari buku-buku.

Bagi orang yang telah mencapai ilmu sejati dalam kejawen atau mungkin yang sudah menguasai metafisika, dunia mahkluk halus itu biasa adanya, bukannya omong kosong. Dibawah ini digambarkan informasi dari dunia-dunia mereka versi kejawen,dimana ( lebih dari satu dunia ) paling tidak yang terjadi ditanah Jawa.

Banyak ahli kejawen mempunyai pendapat yang sama bahwasanya di dalam dunia yang satu dan sama ini, sebenarnya dihuni oleh tujuh macam alam kehidupan, termasuk alam yang dihuni oleh manusia.

Di dunia ini memiliki tujuh saluran kehidupan yang ditempati oleh bermacam-macam mahkluk. Mahkluk-mahkluk dari tujuh alam tersebut, pada prinsipnya mereka mengurusi alamnya masing-masing, aktivitas mereka tidak bercampur setiap alam mempunyai urusannya masing-masing. Dari tujuh alam itu hanyalah alamnya manusia yang mempunyai matahari dan penduduknya yang terdiri dari manusia, binatang dan lain-lain mempunyai badan jasmani.
Penduduk dari 6 alam yang lain mereka mempunyai badan dari cahaya (badan Cahya) atau yang secara populer dikenal sebagai mahkluk halus – wong alus – mahkluk yang tidak kelihatan.
Di 6 alam itu tidak ada hari yang terang berderang karena tidak ada matahari. Keadaannya seperti suasana malam yang cerah dibawah sinar bulan dan bintang-bintang yang terang, maka itu tidak ada sinar yang menyilaukan seperti sinar matahari atau bagaskoro (Jawa halus)

Konon Ada 2 macam mahkluk halus :

Mahkluk halus asli yang memang dilahirkan – diciptakan sebagai mahkluk halus.
Mahkluk halus yang berasal dari manusia yang telah meninggal. Seperti juga manusia ada yang baik dan jahat, ada yang pintar dan bodoh.

Mahkluk-mahkluk halus yang asli mereka tinggal di dunianya masing-masing, mereka mempunyai masyarakat maka itu ada mahkluk halus yang mempunyai kedudukan tinggi seperti Raja-raja, Ratu-ratu, Menteri-menteri dll, sebaliknya ada yang berpangkat rendah seperti prajurit, pegawai, pekerja dll.
Inilah kenyataannya yang bukan hanya merupakan ilusi atau bayangan semata, alam lain itu antara lain :

1. Merkayangan
Kehidupan di saluran ini hampir sama seperti kehidupan di dunia manusia, kecuali tidak adanya sinar terang seperti matahari.
Dalam dunia merkayangan mereka merokok, rokok yang sama seperti dunia manusia, membayar dengan uang yang sama, memakai macam pakaian yang sama, ada banyak mobil yang jenisnya sama di jalan-jalan, ada banyak pabrik-pabrik persis seperti di dunia manusia. Yang mengherankan adalah, mereka itu memiliki tehnologi yang lebih canggih dari manusia, kota-kotanya lebih modern ada pencakar langt, pesawat-pesawat terbang yang ultra modern dll.
Ada juga hal-hal yang mistis di dunia Merkayangan ini, kadang-kadang bila perlu ada juga manusia yang diundang oleh mereka antara lain untuk: melaksanakan pertunjukkan wayang kulit, menghadiri upacara perkimpoian, bekerja di batik, rokok dan manusia-manusia yang telah melakukan pekerjaan di dunia tersebut, mereka itu dibayar dengan uang yang syah dan berlaku seperti mata uang di dunia ini.

2. Jin-Siluman
Mahkluk halus ini konon suka tinggal didaerah yang ber air seperti di danau-danau, laut, samudera dll, masyarakat siluman diatur seperti masyarakat jaman kuno. Mereka mempunyai Raja, Ratu, Golongan Aristokrat, Pegawai-pegawai Kerajaan, pembantu-pembantu, budak-budak dll. Mereka bisa tinggal di Keraton-keraton, rumah-rumah bangsawan, rumah-rumah yang bergaya kuno dll.
Kalau orang pergi berkunjung ke Solo-Yogyakarta atau jawa Tengah, orang akan mendengar cerita tentang beberapa siluman antara lain: Kanjeng Ratu Kidul – Ratu Laut Selatan, Ratu legendaris, berkuasa dan amat cantik, yang tinggal di istananya di Laut Selatan, dengan pintu gerbangnya Parangkusumo. Parangkusumo ini terkenal sebagai tempat pertemuan antara Panembahan Senopati dan Kanjeng Ratu Kidul, dalam pertemuan itu, Kanjeng Ratu Kidul berjanji untuk melindungi semua raja dan kerajaan Mataram.
Beliau mempunyai seorang patih wanita yang setia dan sakti yaitu Nyai Roro Kidul, kerajaan laut selatan ini terhampar di Pantai Selatan Pulau Jawa, di beberapa tempat kerajaan ini mempunyai Adipati. Seperti layaknya disebuah negeri kuno di kerajaan laut selatan ini juga ada berbagai upacara, ritual dll dan mereka juga mempunyai angkatan perang yang kuat. Sarpo Bongso-Penguasa Rawa Pening.
Sebuah danau besar yang terletak di dekat kota Ambarawa antara Magelang dan Semarang. Sarpo Bongso ini siluman asli, yang telah tinggal di telaga itu untuk waktu yang lama bersama dengan penduduk golongan siluman. Sedangkan kanjeng Ratu Kidul bukanlah asli siluman, beberapa abad yang lalu beliau adalah seorang Gusti dikerajaan di Jawa, tetapi patihnya Nyai Roro Kidul adalah siluman asli sejak beberapa ribu tahun yang lalu.

3. Kajiman
Mereka hidup dirumah-rumah kuno di dalam masyarakat yang bergaya aristokrat, hampir sama dengan bangsa siluman tetapi mereka itu tinggal di daerah-daerah pegunungan dan tempat-tempat yang berhawa panas. Orang biasanya menyebut merak Jim.

4. Demit
Bangsa ini bertempat tinggal di daerah-daerah pegunungan yang hijau dan lebih sejuk hawanya, rumah-rumah mereka bentuknya sederhana terbuat dari kayu dan bambu, mereka itu seperti manusia hanya bentuk badannya lebih kecil.
Disamping masyarakat yang sudah teratur seperti Merkayangan, Siluman, Kajiman, dan Demit masih ada lagi dua menjelaskannya lebih detail, secara singkat kedua masyarakat itu adalah untuk mereka yang jujur, suci dan bijak. Mahkluk halus yang tidak sempurna.
Disamping tujuh macam alam permanen tersebut, ada sebuah saluran yang terjepit, dimana roh-roh dari manusia-manusia yang jahat menderita karena kesalahan yang telah mereka perbuat pada masa lalu, ketika mereka hidup sebagai manusia.
Manusia yang salah itu pasti menerima hukumaan untuk kesalahan yang dilakukannya, hukuman itu bisa dijalani pada waktu dia masih hidup di dunia atau lebih jelek pada waktu sesudah kehidupan (afterlife) diterima oleh orang-orang yang sudah melakukan: fitnah, tidak jujur, prewangan (orang yang menyediakan raganya untuk dijadikan medium oleh mahkluk halus), blackmagic, guna-guna yang membuat orang lain menderita, sakit atau mati dll, pengasihan supaya dikasihi oleh orang lain dengan cara-cara yang tidak wajar, membunuh orang, dll perbuatan yang nista.
Memuja berhala untuk menjadi kaya (pesugihan) yang dimaksud dengan berhala dalam kejawen bukanlah patung-patung batu, tetapi adalah sembilan macam mahkluk halus yang katanya, “suka menolong” manusia supaya menjadi kaya dengan kekayaan meterial yang berlimpah.
Pemujaan terhadap kesembilan mahkluk jahat itu merupakan kesalahan fatal, mereka itu bila dilihat dengan mata biasa kelihatan seperti:

Jaran Penoreh - kuda yang kepalanya menoleh kebelakang
Srengara Nyarap - anjing menggigit
Bulus Jimbung - bulus yang besar
Kandang Bubrah - kandang yang rusak
Umbel Molor - ingus yang menetes
Kutuk Lamur - sebangsa ikan, penglihatannya tidak terang
Gemak Melung - gemak, semacam burung yang berkicau
Codot Ngising - kelelawar berak
Bajul Putih - buaya putih.

Bagi mereka yang telah melakukan kesalahan dengan jalan memuja atau menggunakan “jasa-jasa baik“ berhala diatas, mereka tentu akan mendapat hukuman sesudah “kematiannya“ badan dan jiwa mereka mendapat hukuman persyaratan sangkan paraning dumadi (datang dari suci, di dunia ini hidup suci dan kembali lagi ke suci)
Berbagai macam hukuman sesudah kehidupan
Ini merupakan hukuman yang teramat berat, tidak ada penderitaan yang seberat ini, maka itu setiap orang harus berusaha untuk menghindarinya.

Bagaimana caranya? mudah saja: bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dengan melakukan perbuatan yang baik dan benar, berkelakuan baik, jujur, suka menolong, jangan menipu, jangan mencuri, jangan membunuh, jangan menyiksa, jangan melakukan hal-hal yang jelek dan nista.

Ada pepatah Jawa yang bunyinya “Urip iku mung mampir ngombe“ artinya hidup didunia ini hanyalah untuk mampir minum, itu artinya orang hidup didunia ini hanya dalam waktu singkat maka itu berbuatlah yang pantas/”bener”.

http://terselubung.blogspot.com/2010/12/misteri-dunia-makluk-halus.html

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management